Jumat, Oktober 15, 2010

Mendalami HTB pada QoS di mikrotik

Implementasi QoS (Quality of Services) di Mikrotik banyak bergantung pada sistem HTB (Hierarchical Token Bucket). HTB memungkinkan kita membuat queue menjadi lebih terstruktur, dengan melakukan pengelompokan-pengelompokan bertingkat. Yang banyak tidak disadari adalah, jika kita tidak mengimplementasikan HTB pada Queue (baik Simple Queue maupun Queue Tree), ternyata ada beberapa parameter yang tidak bekerja seperti yang kita inginkan.Beberapa parameter yang tidak bekerja adalah priority, dan dual limitation (CIR / MIR).

Pada pembahasan artikel ini, kita akan mengambil contoh sebuah sistem QoS sederhana, di mana kita ingin mengalokasikan bandwidth sebesar 400kbps untuk 3 client, di mana masing-masing client bisa mendapatkan maksimal 200kbps. Di antara ketiga client tersebut, memiliki prioritas yang berbeda, yaitu: 1,2, dan 3.
Untuk mempermudah pemantauan dan pembuktian, kita akan menggunakan queue tree.

Cara paling mudah untuk melakukan queue dengan queue tree, adalah dengan menentukan parameter :

parent (yang harus diisi dengan outgoing-interface),
packet-mark (harus dibuat terlebih dahulu di ip-firewall-mangle),
max-limit (yang merupakan batas kecepatan maksimum), atau dikenal juga dengan MIR (Maximum Information Rate)
Untuk percobaan awal, semua priority diisi angka yang sama: 8, dan parameter limit-at tidak kita isi. Gambar berikut ini adalah ilustrasi apa yang akan terjadi dengan konfigurasi di atas.


Karena alokasi bandwidth yang tersedia hanya 400kbps, sedangkan total akumulasi ketiga client melebihinya (600 kbps), maka ketiga client akan saling berebut, dan tidak bisa diprediksikan siapa yang akan menang (menggunakan bandwidth secara penuh) dan siapa yang akan kalah (tidak mendapatkan bandwidth yang sesuai).

Misalkan q1 adalah client dengan prioritas tertinggi, dan q3 adalah client dengan prioritas terbawah. Kita akan mencoba memasukkan nilai prioritas untuk masing-masing client sesuai dengan prioritasnya.



Tampak pada gambar di atas, meskipun sekarang q1 sudah memiliki prioritas tertinggi, namun ketiga client masih berebutan bandwidth dan tidak terkontrol.

Gambar berikut akan mencoba mengimplementasikan nilai limit-at. Seharusnya, limit-at adalah CIR (Committed Information Rate), merupakan parameter di mana suatu client akan mendapatkan bandwidthnya, apapun kondisi lainnya, selama bandwidthnya memang tersedia.



Ternyata q1 masih tidak mendapatkan bandwidth sesuai dengan limit-at (CIR) nya. Padahal, karena bandwidth yang tersedia adalah 400kbps, seharusnya mencukupi untuk mensuplai masing-masing client sesuai dengan limit-at nya.

Berikutnya, kita akan menggunakan parent queue, dan menempatkan ketiga queue client tadi sebagai child queue dari parent queue yang akan kita buat. Pada parent queue, kita cukup memasukkan outgoing-interface pada parameter parent, dan untuk ketiga child, kita mengubah parameter parent menjadi nama parent queue. Pertama-tama, kita belum akan memasukkan nilai max-limit pada parent-queue, dan menghapus semua parameter limit-at pada semua client.



Tampak pada contoh di atas, karena kita tidak memasukkan nilai max-limit pada parent, maka priority pada child pun belum bisa terjaga.

Setelah kita memasang parameter max-limit pada parent queue, barulah prioritas pada client akan berjalan.



Tampak pada contoh di atas, q1 dan q2 mendapatkan bandwidth hampir sebesar max-limitnya, sedangkan q3 hampir tidak kebagian bandwidth. Prioritas telah berjalan dengan baik. Namun, pada kondisi sebenarnya, tentu kita tidak ingin ada client yang sama sekali tidak mendapatkan bandwidth.

Untuk itu, kita perlu memasang nilai limit-at pada masing-masing client. Nilai limit-at ini adalah kecepatan minimal yang akan di dapatkan oleh client, dan tidak akan terganggu oleh client lainnya, seberapa besarpun client lainnya 'menyedot' bandwidth, ataupun berapapun prioritasnya. Kita memasang nilai 75kbps sebagai limit-at di semua client.



Tampak bahwa q3, yang memiliki prioritas paling bawah, mendapatkan bandwidth sebesar limit-at nya. q1 yang memiliki prioritas tertinggi, bisa mendapatkan bandwidth sebesar max-limitnya, sedangkan q2 yang prioritasnya di antara q1 dan q3, bisa mendapatkan bandwidth di atas limit-at, tapi tidak mencapai max-limit. Pada contoh di atas, semua client akan terjamin mendapatkan bandwidth sebesar limit-at, dan jika ada sisa, akan dibagikan hingga jumlah totalnya mencapai max-limit parent, sesuai dengan prioritas masing-masing client.

Jumlah akumulatif dari limit-at tidaklah boleh melebihi max-limit parent. Jika hal itu terjadi, seperti contoh di bawah ini, jumlah limit-at ketiga client adalah 600kbps, sedangkan nilai max-limit parent hanyalah 400kbps, maka max-limit parent akan bocor. Contoh di bawah ini mengasumsikan bahwa kapasitas keseluruhan memang bisa mencapai nilai total limit-at. Namun, apabila bandwidth yang tersedia tidak mencapai total limit-at, maka client akan kembali berebutan dan sistem prioritas menjadi tidak bekerja.




Sedangkan, mengenai max-limit, max-limit sebuah client tidak boleh melebihi max-limit parent. Jika hal ini terjadi, maka client tidak akan pernah mencapai max-limit, dan hanya akan mendapatkan kecepatan maksimum sebesar max-limit parent (lebih kecil dari max-limit client).


Jika semua client memiliki prioritas yang sama, maka client akan berbagi bandwidth sisa. Tampak pada contoh di bawah ini, semua client mendapatkan bandwidth yang sama, sekitar 130kbps (total 400kbps dibagi 3).



Yang perlu diingat mengenai HTB:

HTB hanya bisa berjalan, apabila rule queue client berada di bawah setidaknya 1 level parent, setiap queue client memiliki parameter limit-at dan max-limit, dan parent queue harus memiliki besaran max-limit.
Jumlah seluruh limit-at client tidak boleh melebihi max-limit parent.
Max-limit setiap client harus lebih kecil atau sama dengan max-limit parent.
Untuk parent dengan level tertinggi, hanya membutuhkan max-limit (tidak membutuhkan parameter limit-at).
Untuk semua parent, maupun sub parent, parameter priority tidak diperhitungkan. Priority hanya diperhitungkan pada child queue.
Perhitungan priority baru akan dilakukan setelah semua limit-at (baik pada child queue maupun sub parent) telah terpenuhi.
Panduan praktis cara perhitungan limit-at dan max-limit

Di asumsikan bandwidth yang tersedia sebesar 1000kbps. Dan jumlah seluruh client adalah 70. Yang perlu diketahui adalah :
Berapa jumlah maksimal client yang menggunakan internet pada saat yang bersamaan. Jumlah ini belum tentu sama dengan jumlah komputer yang ada, apabila semua client tidak pernah terkoneksi secara bersamaan. Sebagai contoh, untuk kasus ini kita asumsikan adalah 50.
Berapa jumlah minimal client yang menggunakan internet pada saat yang bersamaan. Sebagai contoh, untuk kasus ini kita asumsikan adalah 10
Maka, untuk setiap client (1 client dibuatkan 1 rule queue), limit-at nya adalah 1000 / 50 = 20kbps, dan max-limit nya adalah 1000 / 10 = 100 kbps.

Jangan lupa untuk menambahkan parent dengan max-limit sebesar 1000kbps (tidak perlu limit-at), dan memasukkan semua queue client di bawah parent queue. Jika untuk terminal tertentu membutuhkan priority lebih besar, maka kita bisa menggunakan priority yang berbeda-beda, tergantung dengan urutan prioritasnya.

Dibuat oleh: Valens Riyadi - MIKROTIK INDONESIA - www.mikrotik.co.id

Kamis, Juli 08, 2010

Load Balance with Mikrotik

Modem 1
10.10.1.1
|
|
10.10.1.2
——– MIkrotik Load Balancing — 192.168.0.1 — hub — Client
10.10.2.2
|
|
Modem 2
10.10.2.1



Konfigurasinya

1. Interface Konfigurasi

/ interface ethernet
set Modem1 name=”Modem1″ mtu=1500
mac-address=00:10:4B:0D:95:02 arp=enabled
disable-running-check=yes auto-negotiation=yes
full-duplex=yes cable-settings=default
speed=100Mbps comment=”" disabled=no

set Lan name=”Lan” mtu=1500
mac-address=00:0D:88:B2:7D:50 arp=enabled
disable-running-check=yes auto-negotiation=yes
full-duplex=yes cable-settings=default
speed=100Mbps comment=”" disabled=no

set Modem2 name=”Modem2″ mtu=1500
mac-address=00:13:46:2C:DE:13 arp=enabled
disable-running-check=yes auto-negotiation=yes
full-duplex=yes cable-settings=default
speed=100Mbps comment=”" disabled=no

2. Ip Address Konfigurasi

/ ip address
add address=192.168.0.1/24 network=192.168.0.0
broadcast=192.168.0.255
interface=Lan comment=”" disabled=no

add address=10.10.1.2/24 network=10.10.1.0
broadcast=10.10.1.255
interface=Modem1 comment=”" disabled=no

add address=10.10.2.2/24 network=10.10.2.0
broadcast=10.10.2.255
interface=Modem2 comment=”" disabled=no

3. Routing IP

/ ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.10.2.1 scope=255
target-scope=10 routing-mark=odd
comment=”" disabled=no

add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.10.1.1 scope=255
target-scope=10 routing-mark=even
comment=”" disabled=no

add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.10.1.1 scope=255
target-scope=10 comment=”" disabled=no

4. Mangle Marking Paket

/ ip firewall mangle
add chain=prerouting in-interface=Lan
connection-state=new nth=1,1,0
action=mark-connection new-connection-mark=odd
passthrough=yes comment=”Load Balancing” disabled=no

add chain=prerouting in-interface=Lan
connection-mark=odd action=mark-routing
new-routing-mark=odd passthrough=no
comment=”" disabled=no

add chain=prerouting in-interface=Lan
connection-state=new nth=1,1,1
action=mark-connection new-connection-mark=even
passthrough=yes comment=”" disabled=no

add chain=prerouting in-interface=Lan
connection-mark=even action=mark-routing
new-routing-mark=even passthrough=no
comment=”" disabled=no

add chain=postrouting out-interface=Lan
dst-address=192.168.0.2 action=mark-packet
new-packet-mark=operator-down passthrough=no

5. Buat rule nat-masquerade untuk network 192.168.0.0/24 [IP - Firewall - Nat]

/ ip firewall nat
add chain=srcnat src-address=192.168.0.0/24
action=masquerade

add chain=srcnat connection-mark=odd action=src-nat
to-addresses=10.10.2.2 to-ports=0-65535

add chain=srcnat connection-mark=even action=src-nat
to-addresses=10.10.1.2 to-ports=0-65535

6. Setting DNS

/ ip dns set
primary-dns=202.134.1.10 secondary-dns=202.134.0.155
allow-remote-requests=yes cache-size=4096KiB
cache-max-ttl=1w cache-used=90KiB

Jumat, Juni 04, 2010

Setting Routing

Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya baik LAN ke LAN atau ke WAN sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain. Tujuan dari routing adalah agar paket IP kita dikirim sampai pada target, begitu juga paket IP yang ditujukan untuk kita sampai dengan baik. Target atau destination ini bisa berada dalam 1 jaringan atau pun berbeda jaringan baik secara topologis maupun geografis.

a. Routing static

Bentuk Perintah konfigurasi :

ip route add dst-address ={ ip network atau ip host yang dituju }

gateway ={ ip gateway untuk melewati paket }

Contoh konfigurasi :

Artinya tujuan network 192.168.0.0/24 lewat gateway 172.99.77.2

Artinya tujuan host 202.10.56.2 lewat gateway 203.33.45.6

Modul mikrotik router Os

b. Routing untuk 2 isp

Routing untuk 2 isp atau lebih ini bisa kita analogikan ketika kita dihadapkan pada masalah memakai 2 atau lebih koneksi, salah satu permasalahannya juga adalah apabila isp pertama memberikan banwidth yang berbeda dengan isp yang kedua, hal ini bisa kita lakukan dengan mikrotik yaitu dengan membagi atau balance paket data ( Static Equal Cost Multi-Path Routing ) .

Contoh perintah konfigurasi :

ip route add gateway=192.168.1.1,192.168.2.1,192.168.2.1

Note :

Perintah diatas mendefinisikan bahwa besar bandwidth dari gateway

192.168.2.1 lebih besar 2 kali dari bandwidth yang didapat dari

gateway 192.168.1.1, jadi bisa diartikan untuk routing lebih dari 1 isp

ini harus diketahui besar bandwith mana yang lebih besar yang diberikan setelah itu kita bisa memasukan konfigurasi seperti diatas.

Setting Router di Debian

Pertama-tama siapkan komputer dengan 2 lan card yaitu eth0 dan eth1.Doa pas mau mulai bissmilah..klo ane ga ada asap rokok ga bau kopi apalagi coklat bisa muntah makan coklat ..heee..he sediain air putih yang banyak aja biar pas selesai install dan berhasil langsung ngacir ke toilet wakakakakak…
1. Pastikan program iptables udah terinstall
2. Kemudian buka konsole
3. Hapus aturan-aturan yang sudah ada dengan perintah sebagai berikut:
iptables –-flush
iptables –-table nat –-flush
iptables –-delete-chain
iptables –-table nat –-delete-chain
4. Kemudian lakukan pengaturan untuk masquerade dan forwarding dengan perintah sebagai berikut:
iptables –-table nat –-append POSTROUTING –-out-interface eth0 –j MASQUERADE
iptables –-append FORWARD –-in-interface eth1 –j ACCEPT
echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
5. Simpan aturan firewall yang telah dibuat dengan perintah sebagai berikut:
iptables-save > /etc/firewall.conf
6. Kemudian buatlah sebuah file dengan nama iptables pada direktori /etc/network/if-up.d/iptables:
vi /etc/network/if-up.d/iptables
didalamnya ketikkan perintah:
#!/bin/sh
iptables-restore < /etc/firewall.conf
echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
Kemudian simpan file tersebut
7. Berikan akses untuk eksekusi agar aturan firewall yang telah dibuat dapat digunakan sejak proses booting dengan perintah:
chmod +x /etc/network/if-up.d/iptables
8. Restart Komputer anda untuk melakukan pengetesan aturan iptables.
9. Selesai.

Teknik Setting Firewall untuk Router Mikrotik

Pengamankan router mikrotik dari traffic virus dan excess ping dapat digunakan skrip firewall berikut

Pertama buat address-list "ournetwork" yang berisi alamat IP radio, IP LAN dan IP WAN atau IP lainnya yang dapat dipercaya



Dalam contoh berikut alamat IP radio adalah = 10.0.0.0/16, IP LAN = 192.168.2.0/24 dan IP WAN = 203.89.24.0/21 dan IP lainnya yang dapat dipercaya = 202.67.33.7

Untuk membuat address-list dapat menggunakan contoh skrip seperti berikut ini tinggal disesuaikan dengan konfigurasi jaringan Anda.

Buat skrtip berikut menggunakan notepad kemudian copy-paste ke console mikrotik

/ ip firewall address-list
add list=ournetwork address=203.89.24.0/21 comment="Datautama Network"
disabled=no
add list=ournetwork address=10.0.0.0/16 comment="IP Radio" disabled=no
add list=ournetwork address=192.168.2.0/24 comment="LAN Network" disabled=no


Selanjutnya copy-paste skrip berikut pada console mikrotik

/ ip firewall filter
add chain=forward connection-state=established action=accept comment="allow
established connections" disabled=no
add chain=forward connection-state=related action=accept comment="allow
related connections" disabled=no
add chain=virus protocol=udp dst-port=135-139 action=drop comment="Drop
Messenger Worm" disabled=no
add chain=forward connection-state=invalid action=drop comment="drop invalid
connections" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=135-139 action=drop comment="Drop
Blaster Worm" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1433-1434 action=drop comment="Worm"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=445 action=drop comment="Drop Blaster
Worm" disabled=no
add chain=virus protocol=udp dst-port=445 action=drop comment="Drop Blaster
Worm" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=593 action=drop comment="________"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1024-1030 action=drop comment="________"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1080 action=drop comment="Drop MyDoom"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1214 action=drop comment="________"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1363 action=drop comment="ndm requester"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1364 action=drop comment="ndm server"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1368 action=drop comment="screen cast"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1373 action=drop comment="hromgrafx"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1377 action=drop comment="cichlid"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2745 action=drop comment="Bagle Virus"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2283 action=drop comment="Drop Dumaru.Y"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2535 action=drop comment="Drop Beagle"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2745 action=drop comment="Drop
Beagle.C-K" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=3127 action=drop comment="Drop MyDoom"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=3410 action=drop comment="Drop Backdoor
OptixPro" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=4444 action=drop comment="Worm"
disabled=no
add chain=virus protocol=udp dst-port=4444 action=drop comment="Worm"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=5554 action=drop comment="Drop Sasser"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=8866 action=drop comment="Drop Beagle.B"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=9898 action=drop comment="Drop
Dabber.A-B" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=10000 action=drop comment="Drop
Dumaru.Y, sebaiknya di didisable karena juga sering digunakan utk vpn atau
webmin" disabled=yes
add chain=virus protocol=tcp dst-port=10080 action=drop comment="Drop
MyDoom.B" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=12345 action=drop comment="Drop NetBus"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=17300 action=drop comment="Drop Kuang2"
disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=27374 action=drop comment="Drop
SubSeven" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=65506 action=drop comment="Drop PhatBot,
Agobot, Gaobot" disabled=no
add chain=forward action=jump jump-target=virus comment="jump to the virus
chain" disabled=no
add chain=input connection-state=established action=accept comment="Accept
established connections" disabled=no
add chain=input connection-state=related action=accept comment="Accept related
connections" disabled=no
add chain=input connection-state=invalid action=drop comment="Drop invalid
connections" disabled=no
add chain=input protocol=udp action=accept comment="UDP" disabled=no
add chain=input protocol=icmp limit=50/5s,2 action=accept comment="Allow
limited pings" disabled=no
add chain=input protocol=icmp action=drop comment="Drop excess pings"
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=21 src-address-list=ournetwork
action=accept comment="FTP" disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=22 src-address-list=ournetwork
action=accept comment="SSH for secure shell" disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=23 src-address-list=ournetwork
action=accept comment="Telnet" disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=80 src-address-list=ournetwork
action=accept comment="Web" disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=8291 src-address-list=ournetwork
action=accept comment="winbox" disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=1723 action=accept comment="pptp-server"
disabled=no
add chain=input src-address-list=ournetwork action=accept comment="From
Datautama network" disabled=no
add chain=input action=log log-prefix="DROP INPUT" comment="Log everything
else" disabled=no
add chain=input action=drop comment="Drop everything else" disabled=no

Efek dari skrip diatas adalah:
1. Router mikrotik hanya dapat diakses FTP, SSH, Web dan Winbox dari IP yang didefinisikan dalam address-list "ournetwork" sehingga tidak bisa diakses dari sembarang tempat.
2. Port-port yang sering dimanfaatkan virus di blok sehingga traffic virus tidak dapat dilewatkan, tetapi perlu diperhatikan jika ada user yang kesulitan mengakses service tertentu harus dicek pada chain="virus" apakah port yang dibutuhkan user tersebut terblok oleh firewall.
3. Packet ping dibatasi untuk menghindari excess ping.
Selain itu yang perlu diperhatikan adalah: sebaiknya buat user baru dan password dengan group full kemudian disable user admin, hal ini untuk meminimasi resiko mikrotik Anda di hack orang.

Sabtu, Mei 15, 2010

Tutorial Debian Lenny Dasar

_____________________________________________________________________
Konfigurasi DNS SERVER ===> /etc/bind/named.conf.local
_____________________________________________________________________

zone "latihan.com" {
type master;
file "/etc/bind/db.latihan.com";
};

zone "254.16.172.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.172.16.254.254";
};

_____________________________________________________________________
Konfigurasi DNS Forwarder ===> /etc/bind/db.latihan.com
_____________________________________________________________________
$TTL 86400
@ IN SOA latihan.com. root.latihan.com. (
2009111101
3600
7200
86400
86400 )

@ IN NS ns1.latihan.com.
@ IN NS ns2.latihan.com.
@ IN MX 10 smtp.latihan.com.
@ IN A 172.16.254.254
ns1 IN A 172.16.254.254
ns2 IN A 172.16.254.254
smtp IN A 172.16.254.254
imap IN A 172.16.254.254
latihan.com IN A 172.16.254.254
www IN CNAME latihan.com.

____________________________________________________________________
Konfigurasi DNS Reverse ===> /etc/bind/db.172.16.254.254
____________________________________________________________________

$TTL 86400
@ IN SOA latihan.com. root.latihan.com. (
2009111101
3600
7200
86400
86400 )

@ IN NS ns1.latihan.com.
@ IN NS ns2.latihan.com.
@ IN PTR latihan.com.
ns1uras IN A 172.16.254.254
ns2 In A 172.16.254.254

____________________________________________________________________
Konfigurasi DHCP ===> /etc/dhcp3/dhcpd.conf
____________________________________________________________________

option domain-name "latihan.com";
option domain-name-servers ns1.latihan.com , ns2.latihan.com;

....
....

#A Slightly different configuration for an internal network
subnet 172.16.254.0 netmask 255.255.255.0 {
range 172.16.254.1 172.16.254.100;
option domain-name-servers ns1.latihan.com;
option domain-name "latihan.com";
option routers 172.16.254.254
option broadcast-address 172.16.254.255;
#default-lease-time 600;
#max-lease=time 7200;
}
____________________________________________________________________
Konfigurasi PROXY SERVER ===> /etc/squid/squid.conf
____________________________________________________________________

http_port 3128 transparent
cache_mem 256 MB ## 1/4 dari memory
cache_swap_low 95
cache_swap_high 99
cache_dir aufs /cache1 14000 16 256 ##Jika cache directory 15 GB
cache_dir aufs /cache2 14000 16 256 ##Jika cache directory 15 GB
##Di bawah acl CONNECT ditambah
acl net src 172.16.254.0/24 ##tergantung dengan ip network yg digunakan
acl blok url_regex -i "/etc/squid/squid.blok" ##untuk menge-blok website dengan acuan kata
acl blok dstdomain "/etc/squid/squid.blok" ##Untuk menge-blok website dengan acuan domain

##Di bawah INSERT YOUR OWN RULES tambahkan
http_access deny blok
http_access allow localhost
http_access allow net

##Di baris yang paling bawah sendiri
visible_hostname proxy


____________________________________________________________________
PARTITION HARD DISK (80 GB)
____________________________________________________________________

/ 5 GB xfs file system journal
swap 2 x Memory ## swap area
/tmp 1 GB xfs file system journal ## tempat meletakkan temporary files
/home 30 % Hard Disk xfs file system journal ## tempat meletakkan file-file milik user
/usr 30 % Hard Disk ## tempat meletakkan paket
/var 30 % Hard Disk

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews